.:: SHADOW OF HEISEI ::.


PROYEK BIOLOGI :: wawancara dengan dokter tulang
June 10, 2009, 6:08 pm
Filed under: Uncategorized

Hari / tanggal : Jumat, 14 November 2008

Tempat : Rumah Sakit Halmahera

Unit Rawat Darurat

Narasumber : Dr. Yuliana

Pekerjaan : Dokter Umum

HASIL LAPORAN

Penyakit yang dapat terjadi pada manusia ada banyak. Ada yang gawat, tidak gawat, ganas dan tidak ganas. Salah satu contoh dari penyakit yang ganas adalah Osteosarkoma yaitu penyakit kanker pada tulang. Dimana kondisi tulang saat itu membesar dan membentuk benjolan karena adanya jaringan yang abnormal. Pada tahap stadium awal, penanganan yang dilakukan adalah dengan cara konservatif, yaitu memberikan obat-obatan agar penderita dapat sembuh. Akan tetapi ketika telah memasuki stadium lanjut, penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan cara surgical, yaitu amputasi atau pengangkatan bagian tubuh yang terkena kanker tulang tersebut.

Selain itu, penyakit yang sering ditemukan adalah penyakit patah tulang yang disebut dengan Fractura. Jenis-jenis dari penyakit ini pun ada bermacam-macam, seperti Fractura terbuka, yang cara penanganannya dengan metode balut tekan. Akan kebanyakan kasus-kasus Fractura Terbuka dibiarkan begitu saja, tidak diberi penanganan lebih lanjut, karena dengan sendririnya tulang akan memperbaiki keadaan tulang yang retak tersebut. Akan tetapi, apabila Fractura yang terjadi hanya retak, dan keadaan tulang masih menyambung, penanganan yang dilakukan adalah dengan cara Fixasi, yaitu pemberian spalk/bidai di tempat retakan tulang berada. Dan pengikatan splak tersebut harus bisa minimal mengikat dua buah sendi dari tempat sekitar Fractura. Proses penyembuhan setelah operasi itu sendiri, memakan waktu cukup lama. Namun biasanya para dokter menggunakan sebuah rumus sederhana, misalnya apabila seorang balita berumur  empat tahun dioperasi, maka proses  penyembuhannya akan memakan waktu empat minggu, lima belas tahun maka lima belas minggu. Dengan catatan, tubuh tidak bergerak sama sekali.

Penyebab dari Fractura bisa bermacam-macam, namun kejadian yang paling sering ditemukan adalah Fractura karena kecelakaan. Ada juga salah satu penyebab dari Fractura adalah Osteoporosis, yaitu penyakit tulang yang biasanya terjadi pada manusia usia 45 tahun ke atas. Dimana penyakit ini terjadi karena tubuh kekurangan kalsium (Ca). Sehingga apabila meronsen orang yang terkena Osteoporosis, tekstur dari tulang yang seharusnya berwarna putih, polos dan mulus, terlihat kasar.

Selain itu, masih ada penyakit Sprain/keseleo, Contusio/benturan, yang sering ditemukan selain Fractura. Penyebab dari penyakit tulang tersebut-pun juga pada umumnya disebabkan karena kecelakaan.

Selain Osteoporosis, Osteoartosis juga merupakan suatu penyakit tulang. Suatu yang berupa peradangan sendi. Dimana ciri-cirinya adalah rasa sakit pada sendi, ketika bangun pagi-pagi, jari-jari terasa kaku dan tak bisa digerakkan, ketika menaiki tangga lutut sering terasa sakit, tumit terasa nyutnyutan. Penyakit ini umumnya terjadi pada usia lebih dari 45 tahun, tetapi tidak meunutup kemungkinan bahwa pada usia 20 – 30 tahun, dapat terkena penyakit ini. Penyakit ini bisa disebabkan karena tubuh yang terlalu kurus, dimana metabolisme kalsium dalam tubuhnya kurang. Atau bisa juga karena tubuh yang terlalu gemuk. Sehingga tulang membawa beban yang berlebihan.

Adapun beberapa penyakit tulang lain, yang disebabkan oleh penyakit tulang bawaan. Misalnya, Equinus Farus dan Equinus Falgus, suatu penyakit dimana keadaan tulang membentuk seperti huruf O dan X. Penyakit-penyakit tulang bawaan seperti itu tergantung pada syndrome (kelainan genetik) yang dibawanya ketika lahir. Hingga sekarang penyebab dari penyakit tersbut masih diteliti, karena belum jelas penyebabnya. Penanganan yang bisa dilakukan misalnya dengan fisiotheraphy, namun hal tersebut juga tidak menjamin kesembuhan dari sang pasien.

Contoh syndromesyndrome yang lain, misalnya Gigantisme dan Kretrinisme yang menyebabakan tubuh telalu tinggi dan besar serta tubuh menjadi kerdil, pertumbuhannya terhenti pada umur tertentu.

Penyakit TBC juga, tidak hanya terjadi pada paru-paru, namun bisa juga terjadi pada tulang. Namanya TBC Tulang. Penyakit yang menyerang bagian tulang belakang, dimana pada bagian tersebut muncul tonjolan yang dinamai tofus. Jika penyakit tersebut masih merupakan stadium awal, masih bisa ditangani oleh obat. Akan tetapi jika sudah memasuki stadium yang lebih lanjut, cara penagannya dengan operasi. Dimana bagian tofus tersbut dicuci hingga bersih, dan diganti dengan pen berbahan titanium. Sayangnya pen berbahan titanium itu tidak diproduksi di Indonesia, sehingga harganya sangat mahal.

Penyakit tulang yang disebabkan oleh bakteri, biasanya jarang ditemukan, karena  tulang berada di dalam tubuh, sedangkan tulang adalah bagian yang steril. Bakteri atau kuman bisa masuk ke dalam tubuh apabila ada bagian yang terbuka, kemudian bakteri masuk melalui celah tersebut dan menyebabkan infeksi.

Contoh penyakit yang menginfeksi di tulang misalnya, Osteomyelitis, yaitu infeksi sarung tulang pada bagian myelin. Osteitis, yaitu penyakit peradangan pada tulang dimana tulang mengeropos perlahan-lahan, dan muncul nanah. Satu-satu-nya cara penanganan adalah dengan operasi. Dimana nanah tersebut akan dicuci hingga sebersih mungkin.  Kemudian setelahnya diberi antibioik.

Atrofi dan Hipertrofi. Penyakit tulang yang disebabkan karena penyusutan tulang karena jarang digunakan, dan tulang yang terlalu banyak bekerja keras. Sebagai contoh, pada manula yang hanya bisa berdiam diri di ranjang, bila kita perhatikan kaki-nya menyusut, karena sudah jarang digunakan. Terkadang punggung-punggug dan bagian belakang tubuh pun bisa terluka jika terlalu lama tidur terlentang di kasur. Itulah gunanya memiringkan tubuh ke kiri dan ke kanan. Seandainya menginginkan kesembuhan pun, penaganan yang dilakukan adalah dengan fisiotheraphy. Akan tetapi hal tersebut akan memakan waktu yang amat lama.

Penyakit tulang lain misalkan, Low Back Pain (nyeri punggung bagian bawah). Penyakit tulang ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang salah, misalkan, tulang yang terlalu lama dipakai untuk duduk, terlalu lama berdiri, pernah memiliki riwayat jatuh, kelaian anatomis pada tubuh, urat kejepit ( (Hernia Nucleus Pulpolus) atau tulang punggung yang terlalu lurus.

Penyakit tulang juga bisa terjadi pada ligamen, dimana ligamen dapat putus. Apabila ligamen tersebut putus separuh, penanganan yang dilakukan adalah dengan penyambungan ligamen tersebut. Jika ligamen tersebut putus total, maka perlu dilakukan operasi untuk penyambungan ligamen secara total. Jahitan yang digunakan pun, bukan jahitan yang biasa. Nama jahitan yang digunakan adalah jahitan clover.

Apabila ditanya, mengenai penyakit yang menyerang bagian sumsum tulang, hal tersebut amat jarang ditemukan. Karena bagian tersebut adalah bagian yang steril dari pengaruh luar.

Pada dasarnya, penyakit yang terjadi pada tulang bukanlah penyakit yang mematikan, selama saluran pernapasan masih lancar sirkulasinya. Penanganan yang bisa dilakukan pun ada bermacam-macam. Bergantung pada usia pasien, keadaan tubuhnya, dan bermacam factor-faktor lainnya.

Misalnya, jika kita ingin sehat dan ingin kebutuhan kalsium kita sehari-hari terpenuhi, kita bisa memakan Ikan Teri Medan yang tawar. Hanya makan sedikit, kebutuhan kalsium kita dalam satu hari sudah terpenuhi. Dibandingkan dengan susu, ikan teri jauh lebih murah. Belum lagi dari sebuah penelitian yang mengatakan bahwa diperlukan meminum enam  belas gelas susu bervolume 200 cc, untuk memenuhi kebutuhan kalsium kita dalam sehari.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: