.:: SHADOW OF HEISEI ::.


Suku Batak …
November 12, 2008, 9:59 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

Hampir seluruh Propinsi Sumatra Utara didominasi oleh orang Batak. Demikian pula kebuadayaan yang dominan berkembang di Sumatra Utara adalah kebudayaan Batak. Daerah pesebaran suku Batak meliputi daerah pegunungan di Sumatra Utara. Sebelah utara berbatasan dengan Daerah Istimewa Aceh, sebelah selatan berbatasan  dengan propinsi Riau dan Sumatra Barat. Suku Bangsa Batak yang mendiami wilayah tersebut adalah Batak Karo, Batak Pak-Pak, Batak Simalungun. Batak Toba, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

            Orang-orang Batak ini mendiami Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu, Simalungun, Dairi, Toba, Humbang, Silindung, Angkola, Mandailing, dan Kabupaten Tapanuli tengah.

 

 

SEJARAH

 

            Pada masa dulu, masyarakat ini hidup terasing di Dataran Tinggi Toba dan Karo. Kontak budaya dengan suku bangsa lain tidak banyak terjadi, kalaupun ada tidak terlalu memengaruhi pola kehidupan asli mereka. Mereka meninggalkan kepercayaan dan pola kebudayaan lamanya setelah mereka menerima pengaruh agama islam dan kristen.

 

 

A. Sistem Religi dan Kepercayaan.

 

            Kehidupan religi masyarakat Batak dipengaruhi beberapa agama. Agama Islam telah masuk ke daerah Batak sekitar awal abad ke-19 yang dibawa oleh orang Minangkabau, dianut oleh sebagian besar suku bangsa Batak bagian selatan, seperti Batak Mandailing dan Angkola. Agama Kristen disiarkan ke daerah Toba dan Simalungun oleh organisasi penyiar agama dari Jerman dan Belanda sekitar tahun 1863, terutama pada Batak Karo. Selain Kedua agama tersebut, orang Batak juga memiliki kepercayaan pada Animisme (roh nenek moyang),.

            Orang Batak percaya bahwa alam beserta isinya diciptakan oleh Debata Mula Jadi, Na Bolon (Toba) atau Dibata Kaci-Kaci( Karo) yang bertempat tinggal di langit. Masyarakat Batak juga mengenal tiga konsep jiwa dan roh, yaitu tondi (jiwa / roh yang merupakan kekuatan), sahala (kekuatan yang menentukan hidup seseorang), dan begu (tondi yang meninggal).

 

B. Sistem Kekerabatan

           

            Orang Batak menganut prinsip keturunan patrilineal (garis keturunan laki-laki). Kelompok kekerabatan yang terkecil ialah keluarga batih atau rips (Toba), jabu (Karo). Suatu kelompok kekerabatan yang besar pada orang Toba disebut marga, orang Karo menyebutnya merga.

            Di dalam masyarakat Batak, ada suatu hubungan antara kelompok-kelompok kekerabatan yang mantap. Kelompok kerabat tempat istrinya berasal disebut hula-hula pada Batak Toba atau kalimbubu pada Batak Karo. Keluarga penyunting gadis disebut beru atau boru. Keluarga pihak laki-laki atau perempuan yang sedarah disebut senina atau sabutuha. Suat upacara adat, misalnya pesta perkawinan dan kematian, tidaklah sempurna kalau ketiga kelompok tersebut tidak hadir.

            Perkawinan pada masyarakat Batak merupakan suatu pranata yang tidak hanya mengikat laki-laki dan perempuan. Perkawinan mengakibatkan terbentuknya hubungan antara keluarga laki-laki ( peranak = Toba, sinereh = Karo) dan kaum si kerabat wanita (parbobu = Toba, sinereh = Karo). Itulah sebabnya, menurut adat lama, seorang laki-laki tidak bebas tidak bebas memilih jodohnya. Perkawinan yang dianggap ideal bila seorang laki-laki mengambil salah seorang putri saudara laki-laki ibunya sebagai istri. Seorang pria atau wanita tidak boleh kawin dengan orang semarga, karena orang semarga dianggap bersaudara. Sistem perkawinan semacam itu disebut asimetrik konobium.

 

C. Sistem Kesenian

           

            Kebudayaan suku Batak cukup khas dan beraneka ragam. Hal ini terlihat dari bentuk rumah tradisional, upacara maupun pakaian adatnya.

1. Rumah Tradisional

            Suku bangsa Batak memiliki beberapa tipe rumah tradisional dengan perbedaan yang cukup jelas, di antaranya tipe rumah Batak toba, Batak Karo, dan Batak Simalungun.

a.       Batak Toba

Rumah Batak Toba memberikan kesan kokoh karena konstruksi tiang-tiangnya terbuat dari kayu gelondongan. Dulu ketika sering terjadi pertikaian antarsuku, rumah-rumah selalu dikelompokkan sebagai benteng di atas bukit. Lingkungannya dikelilingi pohon sebagai pagar yang cukup rapat.

b.      Batak Karo

Rumah Batak Karo merupakan tipe rumah pegunugan. Pintu depannya dihadapkan ke arah hulu dan pintu belakangnya ke arah muara. Bentuk atap rumah kepala marga berbeda dengan bentuk rumah-rumah lainnya. Umumnya, denah rumah Batak Karo direncanakan untuk keluarga jamak yang dihuni rata-rata delapan keluarga batih.

c.       Batak Simalungun

Bentuk atap rumah Batak Simalungun kadang-kadang tidak simetris.Makhota atapnya menghadap ke empat arah mata angin dan ujung atapnya dihiasi dengan hiasan yang berbentuk kepala kerbau.

2. Pakaian Adat

            Pelengkap pakaian adat suku Bangsa Batak yang khas adalah ulos. Pembuatanya ditenun tangan yang umumnya dikerjakan oleh wanita. Suku bangsa Batak juga memiliki banyak ragam pakaian pengantin yang cukup indah dan menarik. Pada suku bangsa Batak Mandailing, pengantin prianya memaakai baju teluk belanga dan kain saring disuji, penutup kepalanya memakai semacam sangkok. Pakaian pengantin ini terpengaruh oleh daerah Minangkabau. Pakaian pengantin wanitanya ialah baju kurung dan berkain suji. Pada bahunya tersandang ulos bintang maratur, ulos ragi hotang, ulios bolean, ulos namarjungkit, dan masih banyak lagi. Penutup kepalanya memakai mahkota yang disebut bulang dengan dihias kembang goyang yang disebut jagar-jagar. Perhiasan yang dipakai berupa kalung susun yang disebut gajah meong dan seperangkat gelang di tangan.

3. Seni Tari dan Alat Musik Tradisional

            Tarian Batak yang dikenal dengan tor-tor sangat banyak ragam dan variasinya. Tarian ini dibawakan baik oleh pria maupun wanita dan diiringi oleh seperngkat alat musik. Alat musik yang mengiringi tarian tersebut adalah agung, taganing, sarune, dab hesek.

4. Senjata Tradisional

            Tunggal Panaluan adalah senjata tradisional bagi suku bangsa Batak Toba. Senjata ini sebenarnya adalah wujud tongkat berukir dan pangkalnya berwujud kepala manusia lengkap dengan rambutnya yang terbuat dari bulu kuda.

 

D. Sistem Politik

 

            Secara umum, kepemimpinan pada masyarakat Batak terbagi dalam tiga bidang, yaitu kepemimpinan adat, pemerintah, dan agama. Kepemimpinan dalam bidang adat meliputi persoalan perkawinan, perceraian, kematian, warisan, penyelesaian perselisihan, kelahiran anak, dan sebagainya. Kepemimpinan di bidang adat tidak berada dalam tangan seorang tokoh, tetapi merupakan suatu musyawarah dari sangkep sitelu.

            Kepemimpinan di bidang pemerintahan dipegang oleh salah satu dari turunan tertua merga taneh. Kepala huta disebut penghulu, kepala urung disebut raja urung dan sibayak untuk bagian kerajaan. Kedudukan tersebut merupakan jabatan turun-temurun dan yang berhak adalah anak laki-laki tertua (situa) atau si bungsu (sinuda). Anak-anak yang lain (sitengah) tidak mempunyai hak menjadi pemimpin. Selain menjalankan pemerintaha, mereka juga menjalankan tugas peradilan, yaitu penghulu mengetuai sidang di bale huta dan raja urung. Pengadilan teretinggi adalah bale raja berompat yang merupakan sidang kelima sibayak yang ada di Karo.

            Masyarakat Karo tidak mengenal pimpinan keagamaan asli karena konsepsi tentang kekuatan gaib dan kepercayaan lain tidak seragam. Namun, pada suku bangsa Batak yang menganut agama islam,  tokoh dalam agam islam (para mualim) sangat besar peranan dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat. Jabatan ini tidak turun-temurun, seperti dukun guru sibaso yang menjadi dukun karena pengalaman tertentu. Demikian pula pemilihan pendeta dan ulama, mereka dipilih karena pengetahuan agama, pengabdian, dan keteladanannya.

 

E. Upacara

 

Upacara dalam masyarakat Sumatra Utara, khususnya bagi masyarakat Batak adalah merupakan upacara religius dan sakral.

Misalnya:

*      Upacara Masa Kehamilan

*      Upacara Kelahiran

*      Upacara Martutuaek

*      Upacara Mangebang

*      Upacara Khitanan

*      Upacara Kematian

*      Upacara Mangokal Holi

About these ads

3 Comments so far
Leave a comment

very good article there… thanks for the information.

Doomo Arigato Gozaimasu

Comment by Sai


sama sama

Comment by Fafa




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: