.:: SHADOW OF HEISEI ::.


Siklus Milankovitch
October 13, 2010, 12:54 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

Tugas matkul : SISTEM ALAM SEMESTA

Mengapa setelah tahun 1930-1940 suhu udara meningkat dengan cepat? Jelaskan dengan bukti dari Siklus Milankovitch!

Peningkatan suhu di muka bumi erat kaitannya dengan global warming dan penyebab yang paling populer di kalangan masyarakat adalah “aktivitas manusia”. Akan tetapi, selain faktor tersebut ada faktor lain yang memberikan penjelaskan mengenai kenaikan suhu atau perubahan iklim di muka bumi. Faktor lain tersebut adalah Siklus Milankovitch.

Siklus Milankovitch adalah suatu teori yang memberikan penjelasan mengenai variasi siklus pergerakan yang dialami bumi selama 100.000 dan 400.000 tahun.

Dalam teorinya, Milankovitch memaparkan mengenai tiga hal yang dialami oleh bumi sehingga menghasilkan perubahan iklim akibat perbedaan intensitas radiasi matahari di permukaan bumi.

Pertama, Eksentrisitas (Eccentricity) yaitu perubahan bentuk dari orbit imajiner bumi yang mengelilingi matahari. Tentu bentuk orbit itu tidak bulat, tetapi memiliki nilai eksentrisitas, sehinggal bentuknya menjadi sedikit elips dan tidak bulat sempurna. Nilai eksentrisitas suatu orbit berada diantara 0 (bulat sempurna) hingga 1 (parabola yang tidak memiliki ujung). Saat ini nilai eksentrisitas bumi adalah 0,0167, sementara ribuan tahun yang lalu nilainya 0.0034 hingga 0.058. Nilai eksentrisitas itu akan terus berubah membentuk suatu siklus yang bervariasi dalam 413.000 tahun. Seandainya bumi hanyalah satu-satunya planet yang mengelilingi matahari, maka eksentrisitasnya tidak akan begitu bervariasi dalam kurun waktu yang sangat lama. Nilainya akan lebih lambat bertambah, akan tetapi karena nilai eksentrisitas bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi dari Jupiter dan Saturnus, maka pertambahan itu terjadi lebih cepat.

Akibat dari bentuk orbit bumi yang seperti itu, muncul istilah perihelion dan aphelion. Saat ketika matahari berada dalam titik atau jarak terdekat dengan bumi disebut perihelion, dimana bumi menerima radiasi paling tinggi dari matahari sehingga suhu menjadi lebih panas. Untuk titik terjauhnya disebut aphelion, dimana bumi menerima radiasi matahari terendah sehingga mengalami penurunan suhu.

Kedua adalah Obliquity. Kemiringan bumi ketika berotasi. Kemiringan itu bervariasi dalam kurun waktu 40.000 tahun, dan bergerser antara 22,1 derajat hingga 24,5 derajat. Jika kemiringan bumi bertambah maka musim panas akan lebih panas dan musim dingin akan lebih dingin. Sebaliknya, jika terjadi pengurangan kemiringan berarti musim panas akan menjadi lebih dingin dan musim dingin akan menjadi lebih panas. Saat ini kemiringan bumi berkurang, sehingga suhu bumi menjadi semakin panas. Seperti yang kita tahu kemiringan bumi saat ini adalah 23,4 derajat, dan saat ini sedang setengah jalann bergerak menuju nilai minimunya, yaitu 22,1 derajat.

Ketiga adalah Presisi (Precession), yaitu perubahan arah rotasi karena bergesernya sumbu bumi. Siklus ini bervariasi selama 19.000-23.000 tahun. Matahari dan bulan sangat berpengaruh terhadap perubahan ini. Dampak perubahan arah rotasi bumi ini bisa mengubah tanggal perihelion yang jatuh pada bulan Januari dan aphelion yang jatuh bulan Juli. Hal ini akan meningkatkan kontras musim pada salah satu belahan bumi dan sementara pada bagian lainnya penurunan, sebagai contoh saat ini posisi bumi sangat dekat dengan matahari pada saat musim dingin pada bumi belahan utara sehingga musim dingin akan lebih panas dan sebaliknya. Dampak lain yang juga terjadi adalah perubahan utara dan selatan bumi sehingga kutub utara sudah tidak sedingin dulu dan semakin lama suhunya semakin panas.

Teori Milankovitch pada awalnya tidak begitu baik diterima di masyarakat, akan tetapi seiring berjalannya waktu, para ahli menemukan bahwa teori ini memiliki nilai kebenaran dan pada akhirnya semakin banyak dikenal orang.

Meskipun begitu, para ahli memprediksi bahwa kejadian yang saat ini sedang terjadi di muka bumi (perubahan iklim yang terlampau cepat, kenaikan suhu yang terlalu cepat, dll.) seharusnya terjadi sekitar 50.000 tahun lagi. Aktivitas manusia-lah yang telah mempercepat proses perubahan iklim. Alasannya karena eksentrisitas dari bumi akan lebih minimum dan orbit bumi yang mengelilingi matahari akan menjadi lebih bulat.

Meskipun Siklus Milankovitch dapat menjelaskan mengenai perubahan iklim, tetap saja aktivitas manusia turut serta dalam mempercepat laju perubahan iklim. Global Warming adalah penyebab utama dari kenaikan suhu yang semakin lama semakin cepat semenjak setelah tahun 1930-1940. Selain karena telah terjadi revolusi industri, kemajuan zaman dan arus globalisasi terus menerus berkembang dan menyebar ke seluruh permukaan bumi. Gas-gas hasil efek rumah kaca seperti CO2, aerosol jumlahnya pun semakin lama semakin banyak di atmosfer. Sehingga energi panas yang diberikan matahari kepada bumi, setelah dipantulkan kembali dalam bentuk cahaya infra red oleh bumi, tidak dapat menembus keluar atmosfer. Lapisan gas-gas efek rumah kaca seperti CO2, aerosol, dll menghalangi arus pemantulan kembali energi panas matahari oleh bumi. Akibatnya, sinar innfra red itu dipantulkan kembali ke bumi, dan terus-menerus terjadi seperti itu. Mau tak mau, suhu bumi akan terus meningkat. Temperatur permukaan bumi secara global meningkat sebesar kurang lebih 0.6°C (kurang atau lebih 0.2°C) sejak akhir abad 19, dan sekitar 0.4°F (0.2 hingga 0.3°C) sepanjang 25 tahun terakhir.

Hal tesebut menunjukkan bahwa efek rumah kaca membuat kondisi perubahan iklim di bumi semakin ekstrim. Dan akan terus menerus bertambah ekstrim, laju perubahan itu tidak bisa dihentikan, yang bisa dilakukan hanyalah memperlambat laju perubahan. Meskipun untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan usahaya yang tidak mudah dan membutuhkan kerja sama yang global dan menyeluruh dari seluruh aspek masyarakat dunia untuk mengembalikan laju perubahan iklim tersebut kepada kecepatannya yang normal menurut Siklus Milakovitch.

 

source: wikipedia yang ditranslate ke Bahasa indonesia, analisis sendiri.

*kalo salah tolong koreksi



PERAN PERS
June 10, 2009, 6:27 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

Peran Pers

Pers memliki berbagai macam peran, yaitu:

  1. Peran Utamanya adalah menyiarkan informasi (to inform), entah informasi tentang peristiwa yang terjadi, gagasan, atau pikiran orang. Orang membaca surat kabar terutama karena ingin mencari informasi.
  2. Peran Kedua adalah mendidik (to educate). Lewat pemberitaanya, pers mencoba memberi pencerahan, mencerdaskan dan meluaskan wawasankhalayak pembaca, pendengar atau pemirsanya. Dalam konteks politik, pers memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, menyadarkan mereka akan hak dan kewajibannya sebagai  warga.
  3. Peran Ketiga adalah menghibur (to entertain). Hal-hal yang bersifat menghibur sering kita temukan di media massa, seperti : berita seputar selebritis, teka-teki silang, cerita bersambung dan lain-lain, sebagai selingan dari berita-berita berat lainnya.
  4. Peran Keempat adalah memegaruhi (to influence). Media yang independent dan bebas dapat memengaruhi dan melakukan fingsi control social. Bukan hanya penguasa, pemerintah, parlemen, institusi pengadilan, militer yang dikontrol, tetapi juga berbagai hal di dalam masyarakat itu sendiri.

Maka, dalam membahas peran media Indonesia, khususnya media televisi. Kita tidak bisa memisahkannya dari proses demokarasi yang coba kita bangun di negeri ini. Dalam kaitan pelaksanaan PEMILU 2009, tampaknya peran media yang menonjol adalah peran memberi informasi, mendidik dan memengaruhi.

Spirit Peran Kebebasan Pers

Di bawah spirit reformasi, serangkaian UU tentang kebebasan pers muncul, UU No. 40/1999 tentang kebebasan pers merupakan salah satu upaya konstitusional yang telah dilaksanakan lembaga legislatif. Tampaknya UU tersebut merupakan jawaban atas tuntutan reformasi yang bergulir.

Pasal 6 UU Pers secara jelas mengisyaratkan nilai-nilai demokrasi yang harus diemban oleh pers nasional, yaitu:

  1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
  2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum;
  3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat akurat dan benar;
  4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
  5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.


PROYEK BIOLOGI :: wawancara dengan dokter tulang
June 10, 2009, 6:08 pm
Filed under: Uncategorized

Hari / tanggal : Jumat, 14 November 2008

Tempat : Rumah Sakit Halmahera

Unit Rawat Darurat

Narasumber : Dr. Yuliana

Pekerjaan : Dokter Umum

HASIL LAPORAN

Penyakit yang dapat terjadi pada manusia ada banyak. Ada yang gawat, tidak gawat, ganas dan tidak ganas. Salah satu contoh dari penyakit yang ganas adalah Osteosarkoma yaitu penyakit kanker pada tulang. Dimana kondisi tulang saat itu membesar dan membentuk benjolan karena adanya jaringan yang abnormal. Pada tahap stadium awal, penanganan yang dilakukan adalah dengan cara konservatif, yaitu memberikan obat-obatan agar penderita dapat sembuh. Akan tetapi ketika telah memasuki stadium lanjut, penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan cara surgical, yaitu amputasi atau pengangkatan bagian tubuh yang terkena kanker tulang tersebut.

Selain itu, penyakit yang sering ditemukan adalah penyakit patah tulang yang disebut dengan Fractura. Jenis-jenis dari penyakit ini pun ada bermacam-macam, seperti Fractura terbuka, yang cara penanganannya dengan metode balut tekan. Akan kebanyakan kasus-kasus Fractura Terbuka dibiarkan begitu saja, tidak diberi penanganan lebih lanjut, karena dengan sendririnya tulang akan memperbaiki keadaan tulang yang retak tersebut. Akan tetapi, apabila Fractura yang terjadi hanya retak, dan keadaan tulang masih menyambung, penanganan yang dilakukan adalah dengan cara Fixasi, yaitu pemberian spalk/bidai di tempat retakan tulang berada. Dan pengikatan splak tersebut harus bisa minimal mengikat dua buah sendi dari tempat sekitar Fractura. Proses penyembuhan setelah operasi itu sendiri, memakan waktu cukup lama. Namun biasanya para dokter menggunakan sebuah rumus sederhana, misalnya apabila seorang balita berumur  empat tahun dioperasi, maka proses  penyembuhannya akan memakan waktu empat minggu, lima belas tahun maka lima belas minggu. Dengan catatan, tubuh tidak bergerak sama sekali.

Penyebab dari Fractura bisa bermacam-macam, namun kejadian yang paling sering ditemukan adalah Fractura karena kecelakaan. Ada juga salah satu penyebab dari Fractura adalah Osteoporosis, yaitu penyakit tulang yang biasanya terjadi pada manusia usia 45 tahun ke atas. Dimana penyakit ini terjadi karena tubuh kekurangan kalsium (Ca). Sehingga apabila meronsen orang yang terkena Osteoporosis, tekstur dari tulang yang seharusnya berwarna putih, polos dan mulus, terlihat kasar.

Selain itu, masih ada penyakit Sprain/keseleo, Contusio/benturan, yang sering ditemukan selain Fractura. Penyebab dari penyakit tulang tersebut-pun juga pada umumnya disebabkan karena kecelakaan.

Selain Osteoporosis, Osteoartosis juga merupakan suatu penyakit tulang. Suatu yang berupa peradangan sendi. Dimana ciri-cirinya adalah rasa sakit pada sendi, ketika bangun pagi-pagi, jari-jari terasa kaku dan tak bisa digerakkan, ketika menaiki tangga lutut sering terasa sakit, tumit terasa nyut-nyutan. Penyakit ini umumnya terjadi pada usia lebih dari 45 tahun, tetapi tidak meunutup kemungkinan bahwa pada usia 20 – 30 tahun, dapat terkena penyakit ini. Penyakit ini bisa disebabkan karena tubuh yang terlalu kurus, dimana metabolisme kalsium dalam tubuhnya kurang. Atau bisa juga karena tubuh yang terlalu gemuk. Sehingga tulang membawa beban yang berlebihan.

Adapun beberapa penyakit tulang lain, yang disebabkan oleh penyakit tulang bawaan. Misalnya, Equinus Farus dan Equinus Falgus, suatu penyakit dimana keadaan tulang membentuk seperti huruf O dan X. Penyakit-penyakit tulang bawaan seperti itu tergantung pada syndrome (kelainan genetik) yang dibawanya ketika lahir. Hingga sekarang penyebab dari penyakit tersbut masih diteliti, karena belum jelas penyebabnya. Penanganan yang bisa dilakukan misalnya dengan fisiotheraphy, namun hal tersebut juga tidak menjamin kesembuhan dari sang pasien.

Contoh syndrome-syndrome yang lain, misalnya Gigantisme dan Kretrinisme yang menyebabakan tubuh telalu tinggi dan besar serta tubuh menjadi kerdil, pertumbuhannya terhenti pada umur tertentu.

Penyakit TBC juga, tidak hanya terjadi pada paru-paru, namun bisa juga terjadi pada tulang. Namanya TBC Tulang. Penyakit yang menyerang bagian tulang belakang, dimana pada bagian tersebut muncul tonjolan yang dinamai tofus. Jika penyakit tersebut masih merupakan stadium awal, masih bisa ditangani oleh obat. Akan tetapi jika sudah memasuki stadium yang lebih lanjut, cara penagannya dengan operasi. Dimana bagian tofus tersbut dicuci hingga bersih, dan diganti dengan pen berbahan titanium. Sayangnya pen berbahan titanium itu tidak diproduksi di Indonesia, sehingga harganya sangat mahal.

Penyakit tulang yang disebabkan oleh bakteri, biasanya jarang ditemukan, karena  tulang berada di dalam tubuh, sedangkan tulang adalah bagian yang steril. Bakteri atau kuman bisa masuk ke dalam tubuh apabila ada bagian yang terbuka, kemudian bakteri masuk melalui celah tersebut dan menyebabkan infeksi.

Contoh penyakit yang menginfeksi di tulang misalnya, Osteomyelitis, yaitu infeksi sarung tulang pada bagian myelin. Osteitis, yaitu penyakit peradangan pada tulang dimana tulang mengeropos perlahan-lahan, dan muncul nanah. Satu-satu-nya cara penanganan adalah dengan operasi. Dimana nanah tersebut akan dicuci hingga sebersih mungkin.  Kemudian setelahnya diberi antibioik.

Atrofi dan Hipertrofi. Penyakit tulang yang disebabkan karena penyusutan tulang karena jarang digunakan, dan tulang yang terlalu banyak bekerja keras. Sebagai contoh, pada manula yang hanya bisa berdiam diri di ranjang, bila kita perhatikan kaki-nya menyusut, karena sudah jarang digunakan. Terkadang punggung-punggug dan bagian belakang tubuh pun bisa terluka jika terlalu lama tidur terlentang di kasur. Itulah gunanya memiringkan tubuh ke kiri dan ke kanan. Seandainya menginginkan kesembuhan pun, penaganan yang dilakukan adalah dengan fisiotheraphy. Akan tetapi hal tersebut akan memakan waktu yang amat lama.

Penyakit tulang lain misalkan, Low Back Pain (nyeri punggung bagian bawah). Penyakit tulang ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang salah, misalkan, tulang yang terlalu lama dipakai untuk duduk, terlalu lama berdiri, pernah memiliki riwayat jatuh, kelaian anatomis pada tubuh, urat kejepit ( (Hernia Nucleus Pulpolus) atau tulang punggung yang terlalu lurus.

Penyakit tulang juga bisa terjadi pada ligamen, dimana ligamen dapat putus. Apabila ligamen tersebut putus separuh, penanganan yang dilakukan adalah dengan penyambungan ligamen tersebut. Jika ligamen tersebut putus total, maka perlu dilakukan operasi untuk penyambungan ligamen secara total. Jahitan yang digunakan pun, bukan jahitan yang biasa. Nama jahitan yang digunakan adalah jahitan clover.

Apabila ditanya, mengenai penyakit yang menyerang bagian sumsum tulang, hal tersebut amat jarang ditemukan. Karena bagian tersebut adalah bagian yang steril dari pengaruh luar.

Pada dasarnya, penyakit yang terjadi pada tulang bukanlah penyakit yang mematikan, selama saluran pernapasan masih lancar sirkulasinya. Penanganan yang bisa dilakukan pun ada bermacam-macam. Bergantung pada usia pasien, keadaan tubuhnya, dan bermacam factor-faktor lainnya.

Misalnya, jika kita ingin sehat dan ingin kebutuhan kalsium kita sehari-hari terpenuhi, kita bisa memakan Ikan Teri Medan yang tawar. Hanya makan sedikit, kebutuhan kalsium kita dalam satu hari sudah terpenuhi. Dibandingkan dengan susu, ikan teri jauh lebih murah. Belum lagi dari sebuah penelitian yang mengatakan bahwa diperlukan meminum enam  belas gelas susu bervolume 200 cc, untuk memenuhi kebutuhan kalsium kita dalam sehari.



SIAPAKAH SEBENARNYA PELAKU G30S/PKI ?
June 10, 2009, 5:40 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

SIAPAKAH SEBENARNYA PELAKU G30S/PKI ?

Saya mencari informasi tersebut melalui internet, karena informasi-informasi yang ada di internet lebih beragam dan lebih mudah dicari. Berikut beberapa informasi yang saya temukan:

Menurut DetikForum

Dari sebuah polling, ada pertanyaan “Siapakan sebenarnya pelaku G30S/PKI?”. Berikut hasil polling tersebut,

  1. Soeharto (73 vote)
  2. CIA (36 vote)
  3. PKI (22 vote)
  4. Soekarno (4 vote)
  5. TNI-AD (3 vote)
  6. lainnya (9 vote).

Berdasarkan hasil polling ini, mayoritas menunjuk Soeharto-lah pelaku G30S/PKI yang sebenarnya. Menurut salah seorang poster dalam forum tersebut, Soeharto adalah anak emas dari CIA, sehingga kita bisa mengaitkan antara Soeharto dengan CIA. Kemudian saya tertarik untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut, kemudian menemukan,

Menurut masawep.multiply.com

Adapun pemaparan baru tentang fakta dan opini dibalik G30S/PKI itu, ingin merubah total peran dan posisi Soeharto terhadap G30S/PKI yakni sebagai pemberantas yang cekatan dan jitu menjadi terlibat atau tersangka.

Fakta-fakta tersebut antara lain:

  1. Pengakuan Kol. A. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jenderal. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jendral kepada Presiden. Namun Soeharto yang saat itu Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu. Latief menginformasikan rencana penindakan terhadap para Jederal itu dua hari sebelum hari H.
  2. Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jederal A. Yani, Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Ini bisa dipertanyakan, mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila negara dalam keadaan bahaya. Kalau betul Soeharto tidak berada dalam Inner Cycle gerakan, kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi malam tersebut.
  3. Hubungan emosional cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief sedangkan sjam termasuk kolega Soeharto di tahun-tahun sesudah proklamasi.
  4. Menurut penuturan Mayjen (Purn) Musrjid 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965 itu pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober.
  5. Mayjen (Purn) Suharjo, mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi, eks Wadan Yon 530/Brawijaya menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jederal Mursjid tadi, ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga 20 juta.
  6. Ratn Sari Dewi (mantan istri Bung Karno) pernah menyatakan: “sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah propaganda bahwa pelakunya PKI, sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat sistem komunikasi saat iu belum lancar.  Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau belum tahu rencana G30S/PKI ia tidak mungkin bisa melakukannya…”
  7. Soeharto juga mempunyai hubungan dengan CIA. Hal ini terbukti dengan adanya satu kompi batalyon 454 Diponegoro Jawa Tengah dan satu kompi Batalyon 530 Brawijaya Jawa Timur, yang secara terselubung digunakan Soeharto sebagai penggerak sekaligus penumpas G30S/PKI, ternyata merupakan pasukan raider elite yang menerima bantuan AS sejak 1962. Lebih dari itu penggerak Gestapu itu ternyata pernah dilatih di AS.

Tulisan yang berada di blog tersebut cukup meyakinkan untuk dijadikan kesimpulan, karena ternyata sang penulis mendapatkan informasi tersebut dari berbagai sumber, seperti yang tertulis di dalam Daftar Pustaka-nya.

Menurut Buku Sukarno : berkas-berkas soekarno 1965 – 1967 yang ditulis oleh Antonie Dake, Soekarno adalah pelaku dari G30S/PKI. Menurutnya Soekarno adalah mastermind kudeta 1 Oktober 1965. CIA maupun Mayjen Soeharto kala itu tidak memiliki keterkaitan yang kuat. Dake adalah seorang  akademisi Belanda yang memeroleh gelar PhD di bidang ilmu politik di Universitas Freire, Berlin.

Sementara itu, ketika saya membandingkan informasi yang saya dapatkan dari internet dengan informasi yang terdapat di dalam Buku Pelajaran Sejarah XI IPA SMA, pelaku dari G30S/PKI adalah PKI, yang dipimpin oleh Aidit dan Latief.

Karena masih merasa penasaran dengan pelaku sebenarnya dari gerakan G30S/PKI saya menjajaki internet lebih dalam, terutama dalam DetikForum. Topik bahasan mengenai pelaku G30S/PKI telah mencapai berhalaman-halaman, saya membacanya dan menemukan berbagai pendapat mengenai keterkaitan yang kuat antara PKI, TNI-AD, Soeharto dan CIA mengenai G30S/PKI.



Demokrasi Liberal
November 16, 2008, 6:55 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

SISTEM POLITIK

(DEMOKRASI LIBERAL)

I. Pengertian Sistem Politik

A. Pengertian sistem:

a. Menurut Prajudi, “Suatu jaringan daripada prosedur-prosedur yang berhubungan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakan suatu fungsi yang utama dari suatu usaha atau urusan.

b. Menurut Musanef, “Suatu sarana yang menguasai keadaan dan pekerjaan agar dalam menjalankan tugas dapat teratur.”

Jadi, menurut kedua ahli tersebut kita dapat mengetahui bahawa sistem itu adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian, yang kait mengkait satu sama lain, bagian atau anak cabang dari suatu sistem, menjadi induk dari rangkaian selanjutnya.

B. Pengertian politik:

Asal mula kata politik berasal dari kata ”polis” yang berarti negara kota, adapun politik berarti ada hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama, dalam hubungan itu timbul aturan, kewenangan, kelakuan pejabat, legalitas keabsahan, dan akhirnya kekuasaan. Tetapi politik juga dapat dikatakan sebagai kebijaksanaan, kekuatan, kekuasaan pemerintahan, pengaturan konflik yang menjadi konsensus nasional, serta kemudian kekuatan masa rakyat.

Pendapat G.A. Jacobsen dan W.H. Lipman, dikatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu tentang negara. Hal itu bertalian dengan:

  1. Hubungan-hubungan antara individu dengan individu satu sama lain, yang diatur oleh negara dengan undang-undang.
  2. Hubungan antara individu –individu atau kelompok orang-orang dengan negara.

3. Hubungan antara negara dengan negara.

Sedangkan George Simpsons menyebutkan, Ilmu politik bertalian dengan bentuk-bentuk kekuasaan, cara memperoleh kekuasaan, studi tentang lembaga-lembaga kekuasaan dan perbandingan sistim kekuasaan yang berbeda.

C. Pengertian Sistem politik:

a. Robert Dahl menyatakan bahwa sistem poltik merupakan mencakup dua hal yaitu pola yang tetap dari hubungan antar manusia. Kemudian melibatkan sesuatu yang luas tentang kekuasaan, aturan dan kewenangan.

b. Almond mengatakan bahwa sistem poltik pada hakekatnya melaksanakan fungsi-fungsi mempertahankan kesatuan masyarakat, menyesuaikan dan merubah unsur pertautan hubungan, agama dan sistim ekonomi, melindungi kesatuan sistem politik dan ancaman-ancaman dari luar atau mengembangkannya terhadap masyarakat lain.

c. Miriam Budiardjo nenyatakan bahwa sistem politik merupakan studi tentang gejala-gejala politik dalam konteks tingkah laku di dalam masyarakat.

Jadi sistem politik merupakan salah satu dari bermacam-macam sistem yang terdapat dalam suatu masyarakat seperti sistem ekonomi, sistem sosial ataupun sistem teknik dan lainnya.

II. Sistem Politik Demokrasi

A. Pengertian Demokrasi

Terdapat berbagai macam istilah demokrasi yang sudah kita kenal, seperti demokrasi liberal, demokrasi konstitusionil, demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, demokrasi rakyat, dan sebagainya. Semuanya mengandung istilah demokrasi, yang menurut katanya berasal dari bahasa Yunani yaitu, demos berarti rakyat dan kratos/kratein berarti kekuasaan/berkuasa.

B. Ciri-ciri Sistem Politik Demokrasi

Sistem politik demokrasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Selalu ada pembagian kekuasaan, dimana kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif berada pada badan yang berbeda. Apabila ketiga kekuasaan itu berada pada suatu badan atau orang, kemudian kekuasaan di dalam badan itu disentralisasikan tanpa didistribusikan kembali maka pelaksanaan kekuasaan akan mengarah atau menjadi sistem kediktatoran.

b. Selalu dipertahankan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang fundamental, yaitu:

a) Hak hidup

b) Hak mengejar kebahagiaan

c) Hak kemerdekaan, yang meliputi:

(a) Kemerdekaan berbicara

(b) Kemerdekaan berfikir

(c) Kemerdekaan untuk bebas dari kelaparan

(d) Kemerdekaan dari rasa takut

(e) Kemerdekaan untuk beragama

c. Selalu terdapat organisasi politik sebagai penyalur aspirasi rakyat dan biasanya lebih dari satu organisasi politik. Apabila hanya ada satu oraganisasi politik di dalam negara yang bersangkutan, rakyat tidak punya pilihan untuk menyampaikan aspirasi. Karena hal itu, rakyat tidak mendapat kebebasan berfikir, berbicara, dan berbuat.

Adanya organisasi politik yang lebih dari satu, mendorong rakyat untuk menjadi lebih kreatif, berprestasi, dan produktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga negara akan didorong lebih maju untuk kepentingan semua.

d. Terdapat pemilu yang berasaskan Luber (Langsung, Bebas, Rahasia). Dengan asas ini diharapkan akan terpilih calon-calon pemimpin yang terbaik dalam pendidikan, pengalaman, disiplin, loyal, dan sebagainya. Selain itu, asas ini diharapkan juga dapat mencegah tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh partai pemerintah atau yang sering disebut korupsi.

e. Adanya open/democratic management terbuka (ikut serta rakyat dalam pemerintahan melalui pemilu yang bebas), adanya social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam undang-undang), adanya social control (pengawasan dari masyarakat terhadap jalannya pemerintahan baik melalui supra struktur atau infra struktur), dan adanya social support (dukungan rakyat terhadap pemerintahan yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya kesejahteraan rakyat secara nasional).

f. Adanya rule of law (pemerintahan berdasarkan hukum), dengan menjalankan asas supremacy of law (hukum yang tertinggi), equality before the law (persamaan di muka hukum), dan protection of human right (perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia).

g. Adanya pers yang bebas untuk melindungi kepentingan-kepentingan rakyat, baik kepentingan politik, sosial, ekonomi, budaya, maupun kepentingan yang bertalian dengan hak-hak asasi manusia.

h. Adanya social control (kontrol masyarakat) yang dilakukan oleh supra struktur maupun infra struktur terhadap pemerintah/partai yang memerintah untuk selalu menaati UUD dan UU sehingga pemerintah itu tetap korektif, kreatif, produktif, dan inovatif serta memihak keadilan bagi seluruh rakyat.

III. Sistem Politik Liberalisme

A. Pengertian Liberalisme

Kata Liberalisme berasal dari kata libre yang berarti bebas dari perbudakan, perkosaan, dan penganiyaan.

B. Ciri-ciri Sistem Politik Liberalisme

Sistem politik liberalisme memiliki beberapa ciri, yaitu:

a. Sangat menekankan kebebasan/kemerdekaan individu.

b. Sangat menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia yang utama seperti hak hidup, hak kemerdekaan, hak mengejar kebahagiaan, dan lain-lain.

c. Dalam sistem pemerintahan, terbagi atas beberapa kekuasaan, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

d. Menganggap sistem demokrasi sebagai sistem politik yang paling tepat untuk suatu negara karena hak-hak asasi manusia itu terlindungi.

e. Infra struktur/struktur sosial selalu berusaha untuk mewujudkan tegaknya demokrasi dan tumbangnya sistem kediktatoran.

f. Adanya homo seksual dan lesbianisme yang disebabkan penekanan kepada kebebasan individu.

g. Melahirkan sekularisme, yaitu paham yang memisahkan antara negara dengan agama. Menurut pemahaman mereka, agama adalah urusan masyarakat sedangakan negara adalah urusan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh turut campur dalam hal agama.

h. Menentang ajaran komunisme yang menganut sistem kediktatoran sehingga hak-hak asasi manusia banyak dirampas dan diperkosa.

i. Melahirkan kelas ekonomi yang terdiri dari kelas ekonomi kuat dan lemah. Saat ini sedang diusahakan dalam Sistem politik liberalisme modern untuk menghilangkan jurang pemisah antara golongan kaya dan golongan miskin.

j. Berusaha dengan keras untuk mewujudkan kesejahteraan terhadap seluruh anggota masyarakat atau seluruh warga negara. Mengingat penderitaan dan kesengsaraan dapat menyebabkan perbuatan-perbuatan yang bertentang dengan konstitusi negara.

k. Adanya budaya yang tinggi dengan menjungjung tinggi kreatifitas, produktifitas, efektifitas, dan inovasitas warga negaranya.

l. Mengusahakan di dalam negaranya suatu pemilihan umum yang berasas luber sehingga pergantian pemerintahan berjalan secara normal.

m. Menentang sistem politik kediktatoran karena meniadakan Hak Asasi Manusia.

IV. Sistem Politik Demokrasi Liberal

Di Indonesia demokrasi liberal berlangusng sejak 3 November 1945, yaitu sejak sistem multi-partai berlaku melalui Maklumat Pemerintah. Sistem multi-partai ini lebih menampakkan sifat instabilitas politik setelah berlaku sistem parlementer dalam naungan UUD 1945 periode pertama.

Demokrasi liberal dikenal juga sebagai demokrasi parlementer, karena berlangsung dalam sistem pemerintahan parlementer ketika berlakunya UUD 1945 periode pertama, Konstitusi RIS, dan UUDS 1950. Dengan demikian demokrasi liberal secara formal berakhir pada tanggal 5 Juli 1959, sedang secara material berakhir pada saat gagasan Demokrasi Terpimpin dilaksanakan.

Dalam periode demokrasi liberal terdapat beberapa hal yang secara pasti dapat dikatakan telah melekat dan mewarnai prosesnya, yaitu:

  1. Penyaluran Tuntutan

Tuntutan terlihat sangat intens (frekuensinya maupun volumenya tinggi) dan melebihi kapasitas sistem yang hidup, terutama kapasitas atau kemampuan mesin politik resmi. Melalui sistem multi-partai yang berlebihan, penyaluran input sangat beasr, namun kesiapan kelembagaan belum seimbang untuk menampungnya. Timbullah krisis akibat meningkatnya partisipasi dalam wujud labilitas pemerintahan/politik.

Selektor dan penyaring aneka warna tuntutan itu kurang efektif berfungsi, karena gatekeeper (elit politik) belum mempunyai konsensus untuk bekerja sama, atau pola kerjasama belum cukup tersedia.

  1. Pemeliharaan dan Kontinuitas Nilai

Keyakinan atas Hak Asasi Manusia yang demikian tingginya, sehingga menumbuhkan kesempatan dan kebebasan luas dengan segala eksesnya. Ideologisme atau aliran pemikiran ideologis bertarung dengan aliran pemikiran pragmatik. Aliran pragmatik diilhami oleh paham sosial-demokrat melalui PSI, sedangkan yang beraliran ideologik diilhami oleh nasionalisme-radikal melalui PNI.

  1. Kapabilitas

Pengolahan potensi ekstraktif dan distributif menurut ekonomi bebas dilakukan oleh kabinet yang pragmatik, sedang kapabilitas simbolik lebih diutamakan oleh kabinet ideologik. Keadilan mendapat perhatian kabinet ideologik, sedang kemakmuran oleh kabinet pragmatik.

  1. Integrasi Vertikal

Terjadi hubungan antara elit dengan massa berdasarkan pola integrasi aliran. Integrasi ini tidak selalu berarti prosesnya dari atas (elit) ke bawah (massa) saja, melainkan juga dari massa ke kalangan elit berdasarkan pola paternalistik.

  1. Integrasi Horisontal

Antara elit politik tidak terjalin integrasi yang dapat dibanggakan. Walaupun pernah terjalin integrasi kejiwaan antarelit, tetapi akhirnya berproses ke arah disintegrasi. Di lain pihak, pertentangan antar elit itu bersifat menajam dan terbuka.

Kategori elit Indonesia yang disebut penghimpun solidaritas (solidarity makers) lebih menampak dalam periode demokrasi liberal. Walaupun demikian, waktu itu terlihat pula munculnya kabinet-kabinet yang terbentuk dalam suasana keselang-selingan pergantian kepemimpinan seperti kelompok administrators yang dapat memegang peranan.

  1. Gaya Politik

Bersifat idiologis yang berarti lebih menitikberatkan faktor pembeda. Karena ideologi cenderung bersifat kaku dan tidak kompromistik atau reformistik.

Adanya kelompok-kelompok yang mengukuhi ideologi secara berlainan, bahkan bertentangan, berkulminasi pada saat berhadapan dengan penetapan dasar negara pada sidang Konstituante.

Gaya politik yang ideologik dalam Konstituante ini oleh elitnya masing-masing dibawa ke tengah rakyat, sehingga timbul ketegangan dan perpecahan dalam masyarakat.

  1. Kepemimpinan

Berasal dari angkatan Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yang lebih cenderung, belum permisif untuk meninggalkan pikiran-pikiran paternal, primordial terhadap aliran, agama, suku, atau kedaerahan.

  1. Perimbangan Partisipasi Politik dengan Kelembagaan

a) Massa

Partisipasi massa sangat tinggi, sampai-sampai tumbuh anggapan bahwa seluruh lapisan rakyat telah berbudaya politik partisipasi.

b) Veteran dan Militer

Adanya pengaruh demokrasi barat yang lebih dominan, maka keterlibatan militer dalam dunia politik tidak terlalu terlihat, sehingga supremasi sipil yang lebih menonjol.

  1. Pola Pembangunan Aparatur Negara

Berlangsung dengan pola bebas, artinya ditolerir adanya ikatan dengan kekuatan-kekuatan politik yang berbeda secara ideologis. Akibatnya, fungsi aparatur negara yang semestinya melayani kepentingan umum tanpa pengecualian, menjadi cenderung melayani kepentingan golongan menurut ikatan primordial.

  1. Tingkat Stabilitas

Terjadi instabilitas politik yang berakibat negatif bagi usaha-usaha pembangunan.

Sistem Pemerintahan di Indonesia :

  1. Presidensial (1945–1950)

PM : Sutan Syahir

Presiden : Simbol Kepala Negara

  1. Parlementer (1950-1959)

PM : Bertanggungjawab pada parlemen

Presiden : Kepala Negara

  1. Terpimpin (1959-1970)

Presiden : Seumur Hidup

  1. Pancasila

Kekurangan Demokrasi Liberal :

  1. Multipartai, yang mengakibatkan aspirasi yang belum tersalurkan seluruhnya dengan baik.
  2. Kebebasan mengeluarkan pendapat yang terlalu bebas, sehingga tidak ada pertanggungjawabannya.

Kelebihan Demokrasi Liberal :

  1. HAM dipegang teguh dan dijunjung tinggi oleh negara



Porifera. Kingdom Porifera
November 12, 2008, 10:46 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

PORIFERA

 

Ahli Botani masa lalu, mengelompokkan spons (porifera) ke dalam Kerajaan Plantae karena bentuknya yang bercabang-cabang dan tidak mampu bergerak secara nyata. Spons baru dikelompokkan ke dalam Kingdom Animalia pada tahun 1765, setelah dilakukan penelitian dan pengamatan arus air melalui oskulumnya yang bergerak.

 

 

Anggota Filum Porifera disebut dengan sebutan spons. Spons merupakan hewan air yang umumnya hidup di perairan laut dangkal yang bebas polusi. Di dunia, terdapat sekitar 10.000 spesies spons, dan hanya 100 spesies saja yang hidup di perairantawar. Spons dewasa bersifat sesil, hidup menempel pada batu, cangkang kerang, dan permukaan keras lainnya.

 

1. Ciri-ciri Porifera

 

Sekujur tubuh porifera terdapat pori-pori (porus: lubang kecil dan faro: membawa/mengandung), hal tersebut menjadi sebab utama penamaannya. Dia antara anggota-anggota Kerajaan Animalia, spons mempunyai stuktur tubuh yang paling sederhana. Hewan yang dikenal sebagai hewan spons ini merupakan organisme multiselular. Bentuk tubuh dan warnanya beragam, misalnya, mirip tumbuhan, bulat, pipih, dan ada yang mirip vas bunga, sedangkan warna tubuhny ada yang jingga, biru, hitam, ungu, kuning, dan merah.

Porifera belum mempunyai organ, simetri tubuh, sel-sel pengindra, sel saraf, saluran pencernaan., jaringan saraf maupun mulut. Tubuhnya tidak bisa bergerak secara dan melekat di dasar perairan (sesil). Kerangka tubuhnya kuat yang tersusun dari zat kapur, silikat, atau spongin. Mereka mempunyai daya regenerasi yang tinggi, artinya mampu menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang (rusak). Sehingga, jika hewan ini dipotong menjadi empat bagian, maka akan terbentuk empat hewan porifera baru.

Bentuk paling sederhan dari spons adalah seperti kantong yang kaku dan berpori

Tubuh Porifera terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

a.       Oskulum : saluran penyebaran air dari tubuh. Tempat air keluar dari spongiosel.

b.      Ostium atau apurturea : lubang kecil tempat masuknya air ke dalam tubuh. Lubang pada porosit.

c.       Paragaster atau spongiosel : saluran yang terdapat di bagian tengah tubuh. Ruang kosong di dalam kantong.

d.      Dinding tubuh yang tersusun atas :

1)      Pinakosit : sel pelapis tubuh bagian luar, lapisan sel-sel yang berbentuk pipih

2)      Porosit : sel berlubang yang di dalamnya terdapat ostia.

3)      Miosit : sel otot yang mengelilingi porosit dan oskulum. Berfungsi untuk membuka dan menutup sel porosit dan oskulum. Jika miosit mengeut, maka sel porosit dan oskulum akan menutup.

4)      Koanosit : sel pelapis dinding spongiosel dan berfungsi untuk mencerna  makanan secara intrasel. Pada ujung sel terdapat flagela, sedangkan pada bagian pangkal terdapat vakuola.

5)      Amebosit : sel penghasil matriks pada lapisan tengah tubuh. Sel ini berfungsi untuk mengedarkan zat makanan dan dapat berubah fungsi menjadi ovum dan sperma.

6)      Skleroblas : sel penghasil spikula yang berfungsi sebagai rangka tubuh.

 

2. Sistem Pencernaan Makanan

 

Porifera hidup secara heterotrof. Makanan porifera antara lain diatom, protozoa kecil, bakteri dan partikel organik yang mengendap dari permukaan air. Makanan tersebut dicerna secara intraseluler di dalam vakuola.

Spons memperoleh makananya dengan cara menyaring partikel-pertikel makanan yang terbawa arus melewati tubuhnya. Makanan diperoleh dengan cara mengalirkan air melalui ostia (ostium) ke dalam spongiosel. Air digerakkan oleh flagelata yang terdapat pada koanosit. Selanjutnya, air dialirkan ke dalam vakuola yang terdapat di pangkal koanosit untuk dicerna.  Bahan makanan yanga sudah dicerna akan diedarkan ke seluruh bagian tubuh oleh sel amebosit. Sisa hasil pencernaan dikeluarkan ke spongiosel dan dibuang keluar tubuh memalui ostium.

 

3. Sistem Reproduksi

Reproduksi hewan ini dilakukan secara aseksual maupun seksual. Umumnya, spons bersifat hermafrodit

Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Dilakukan dengan membentuk tunas pada tubuh induk., lama-kelamaan akan terbentuk koloni porifera. Fragmen-fragmen kecil melepaskan diri dari spons induk, menempel pada substrat, dan tumbuh menjadi spons baru.

 

Reproduksi aseksual  porifera air tawar bisa juga dilakukan untuk mengatasi kondisi lingkungan yang kering dengan pembentukan gemule ( butir benih / tunas internal), yaitu sel amebosit yang dibungkjus oleh tiga lapisan kuat. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar.Gemule akan terlihat pada saat induk hancur. Jika kondisi lingkungan membaik kemabali,  maka lapisan pelindung pecah dan kehidupan dilangsungkan kembali.      

Reproduksi secara seksual dilakukan dengan pembuahan sel telur suatu porifera oleh sel sprema porifera yang lain secara internal. Masing-masing individu menghasilkan sperma dan ovum. Kedua sel kelamin terbentuk dari perkembangan sel-sel amebosit atau koanosit. Sel-sel sperma dilepaskan ke dalam air, kemudian masuk ke tubuh spons lain bersama aliran air melalui ostium untuk melakukan fertilisasi. Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Larva tersebut akan keluar dari tubuh porifera induk melalui oskulum, kemudian melekat di dasar perairan untuk tumbuh menjadi dewasa.

 

4. Keragaman Porifera

 

Porifera dapat dikelompokkan berdasarkan tipe saluran air maupun jenis zat penyusu rangka tubuh.

 

a. Tipe saluran air

1) Tipe Askon : sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan terdiri atas ostia, spongiosel, dan oskulum. Contohnya: Leucosolenia dan Clatharina blanca.

2)  Tipe Sikon : saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak bercabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya : Pheronema sp., Schypa, dan Sycon gelatinosum.

3) Tipe Leukon (ragon) : tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran radial yang bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya: Euspongia officinalis dan Euspongia mollissima.

 

b. Jenis Zat Penyusun Rangka Tubuh

            1) Kalkarea : tubuhnya tersususn dari zat kalsium karbonat (kapur), memiliki ukuran tubuh kecil, dan hidup di laut dangkal. Contohnya : Klathrina blanca dan Sycon gelatinosum.

            2) Heksaktinelida : memiliki rangka tubuh dari zat silikat. Contohnya : Pheronema sp.

            3) Demospongiae : ada yang tidak mempunyai rangka atau mempunyai rangka dari serabut spongin (zat tanduk), dan ada juga yang tersusun dari serabut spongin dan zat silikat. Contohya: Euspongia officinalis, Euspongia mollisima, dan Spongila carteri (rangka dari spongin), Poterion dan Oscarella sp. (tanpa rangka tubuh), serta Corticium candelabrum (rangka dari spongin dan silikat).

 

5. Peranan Porifera

Rangka tubuh porifera mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, karena dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih (penggosok) alami ataupun sebagai pengisi jok (tempat duduk) kendaraan bermotor.

Euspongia oficinalis merupakan spons yang biasa digunakan untuk mencuci, sedangkan Euspongia mollisima biasa digunakan sebagai alat pembersih toilet yang harganya mahal. Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi.

 

 

Spons menghasilkan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi sebagai bahan obat-obatan. Spesies Petrosia contegnatta mengahsilkan senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat anti kanker, sedangkan obat anti-asma diambil dari Cymbacela. Spons Luffariella variabilis menghasilkan senyawa bastadin, asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual sangat tinggi.

 



HAM di Indonesia…
November 12, 2008, 10:44 pm
Filed under: Uncategorized

 

PELAKSANAAN HAM DAN MASALAH YANG DIHADAPINYA 

 

1.                 Pengertian HAM

HAM (Hak Asasi Manusia) adalah kebebasan seseorang untuk bertindak sesuai dengan hati nuraninya berkenaan dengan hal-hal yang asasi atau mendasar.

 

HAM bersifat kodrati, semua manusia memilikinya dan merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Terdapat beberapa definisa HAM, sebagai berikut ;

a.       HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia ( Pasal 1 butir 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 1 butir 1 UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi manusia).

b.      HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat, jadi bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Jadi, manusia memilikinya karena ia manusia (Franz Magnis-Suseno).

c.      HAM adalah hak yang dimiliki oleh semua umat manusia di segala masa dan di segala tempat karena keutamaan keberadaannya sebagai manusia (A.J.M. Milne).

d.      HAM adalah hak hukum yang dimiliki setiap orang sebagai manusia, bersifat universal dimana hak tersebut dilindungi oleh konstitusi dan hukum nasional di banyak Negara di dunia (C. de Rover).

e.      HAM adalah ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah (Austin-Ranney).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.                 Pelaksanaan HAM

Untuk menjamin peningkatan, pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia dengan mempertimbangkan nilai-nilai, adat-istiadat, budaya dan agama bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar, dicanangkanlah RAN-HAM (Rencana Aksi Nasional). RAN-HAM ini merupakan esensi, kristalisasi dan sistematisasi dari seluruh program pemajuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia, baik yang berasal dari lingkungan Pemerintah sendiri maupun dari masyarakat Indonesia.

 

RAN-HAM berisi empat rencana pokok yang akan dilaksanakan untuk memajukan perlindungan HAM di Indonesia yaitu: pertama, ratifikasi delapan kovenan dan konvensi pokok HAM dalam lima tahun; kedua, penyebarluasan (diseminasi) dan pendidikan HAM; ketiga, pelaksanaan HAM, khususnya hak-hak yang tidak dapat dikurangi (non-derogable rights); dan keempat, pelaksanaan perangkat internasional HAM yang telah disahkan oleh Indonesia.

 

RAN-HAM harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh pemerintah, semua golongan dan lapisan masyarakat. Dimana pelaksanaannya mencakup dimensi yang lebih luas yang meliputi eksekutif, legislatif dan yudikatif; seluruh lapisan dan golongan di dalam masyarakat. Pemajuan HAM merupakan tanggung jawab semua, maka setiap orang harus mengetahui HAM. Oleh sebab itulah tugas penyebarluasan dan pendidikan menjadi sangat penting agar seluruh lapisan masyarakat sadar atas hak-haknya dan mengetahui tanggung jawabnya.

 

Karena Indonesia merupakan Negara hukum, maka hukum harus ditegakkan agar setiap pelanggaran terhadap HAM tidak terlepas dari jangkauan hukum

 

Kegiatan RAN-HAM haruslah instansi-instansi terkait dan KOMNAS HAM. Namun dalam prakteknya pelaksanaan RAN-HAM hanya dilakukan secara sporadic di beberapa lembaga Pemerintah yang berkaitan langsung dengan masalah-masalah HAM dengan menggunakan anggaran seadanya di instansi-instansi masing-masing. Akibatnya pelaksanaan RAN-HAM tidak serempak dan tidak merata. RAN-HAN belum mendapat perhatian memadai di instansi-instansi pemerintah, sehingga RAN-HAM belum menyentuh pejabat-pejabat di pusat maupun daerah.

 

 

 

 

 

3.                 Masalah yang Dihadapi dalam Penegakan HAM

Terdapat dua tantangan(masalah) utama dalam penegakan HAM, yaitu :

a.       belum terciptanya pemerintahan yang memiliki komitmen kuat terhadap upaya penegakan HAM dan mampu melaksanakan kebijakan HAM secara efektif, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.

b.      Masih lemahnya kekuatan masyarakat yang mampu menekan pemerintah secara demokratis, sehingga pemerintah bersedia bersikap lebih peduli dan serius dalam menjalankan agenda penegakan HAM.

 

 

Tantangan atau masalah lain dalam penegakan HAM, yaitu :

a.       rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada aparat pemerintahan dan lembaga-lembaga penegak hukum.

b.      Budaya kekerasan seringkali masih menjadi pilihan berbagai kelompok masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang ada diantara mereka.

c.      Masih ada pihak-pihak yang berusaha menghidupkan kekerasan dan diskriminasi sistematis terhadap kaum perempuan ataupun kelompok masyarakat yang dianggap minoritas.

d.      Budaya foedal dan korupsi menyebabkan aparat penegak hukum tidak mampu bersikap tegas dalam menindak berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh penjabat atau tokoh masyarakat.

e.      Desentralisasi yang tidak diikuti dengan menguatnya profesionalitas birokrasi dan kontrol masyarakat di daerah potensial memunculkan berbagai pelanggaran HAM pada tingkat lokal.

f.       Dalam beberapa tahun terakhir perhatian masyarakat dan media massa lebih terarah pada persoalan korupsi, terorisme, dan pemulihan ekonomi daripada penanganan kasus-kasus HAM.

g.      Kurangnya kerja sama antarinstansi yang berhubungan dengan HAM dalam pelaksanaan HAM.

 

 

 




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.